• Jumat, 7 Oktober 2022

PM Solomon memberi tahu Australia bahwa tidak akan ada pangkalan militer China

- Jumat, 15 Juli 2022 | 22:38 WIB

SEPUTARMILITER.COM - Kali ini sobat militer akan membahas tentang berita Australia menyambut jaminan dari Kepulauan Solomon bahwa mereka tidak akan mengizinkan China untuk memasang pangkalan militer di wilayahnya, membantu meredakan kekhawatiran tentang pengaruh Beijing yang berkembang di kawasan Pasifik.

Menteri Luar Negeri baru Australia Penny Wong pada hari Jumat bertemu dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare, yang menegaskan kembali kepadanya bahwa Australia tetap menjadi mitra pilihan pertama negara itu dalam masalah keamanan dan pembangunan.

Sogavare juga memberi tahu Wong bahwa tidak akan ada kehadiran militer asing yang terus-menerus di negara itu, bahkan setelah negara itu menandatangani pakta keamanan dengan China pada April, yang memicu kekhawatiran di Canberra dan Washington atas motif Beijing di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pengadilan untuk mengganggu kekuasaan, oposisi di Myanmar dapat dituduh mati

"Kami telah berbicara banyak tentang menjadi bagian dari keluarga Pasifik dan kami bersungguh-sungguh," kata Wong kepada wartawan di Honiara. “Pandangan Australia tetap bahwa keluarga Pasifik harus bertanggung jawab atas keamanan kami, dan keluarga Pasifik lebih dari mampu memberikan keamanan itu.”

Selain keamanan regional, kedua pemimpin juga membahas isu-isu yang berkaitan dengan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, mobilitas tenaga kerja dan perubahan iklim, tambahnya.

Sejak dilantik sebagai menteri luar negeri pada Mei di bawah pemerintahan Partai Buruh yang baru, kunjungan tersebut merupakan perjalanan ketiga Wong ke kawasan Pasifik saat ia berupaya memperkuat hubungan diplomatik untuk melawan Beijing.

Baca Juga: Amerika Serikat mengendalikan Kutub Utara sampai rahasia pembangunan pangkalan militer

Beberapa kunjungannya bertepatan dengan perjalanan langka selama seminggu ke wilayah tersebut oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi yang dilihat sebagai tanda persaingan yang semakin intensif antara Beijing dengan AS dan Australia untuk mendapatkan pengaruh.

Halaman:

Editor: Acep Maulana Yusup

Sumber: defencenews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X