• Jumat, 7 Oktober 2022

Bagaimana Lautan di Bawah Permukaan Dapat Memengaruhi Kehidupan di Bumi

- Senin, 20 Juni 2022 | 21:20 WIB
ini adalah lautan terbesar di dunia.  (Tangkapan layar (pikiranrakyat.com))
ini adalah lautan terbesar di dunia. (Tangkapan layar (pikiranrakyat.com))

SEPUTAR MILITER - Tersembunyi di dalam Bumi dalam beberapa ratus kilometer pertama di bawah kerak bumi ada samudra lain. Kemungkinan besar, ini adalah lautan terbesar di dunia.

Air ini tidak mengalir di kolam besar. Tidak ada ikan yang menyelami kedalamannya. Faktanya, lautan ini hanya air dalam arti yang paling longgar dipecah menjadi atom hidrogen dan oksigen kompositnya dan secara kimiawi terikat pada batuan di sekitarnya, lautan ini berada dalam penyimpanan. Atau, sebagian besar begitu.

Denis Andrault dan Nathalie Bolfan-Casanova, geoscientist di University of Clermont Auvergne di Prancis, telah mengembangkan model baru yang menunjukkan lebih banyak air ini transit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Untuk memaksimalkan dolar keamanan siber, bersandarlah pada Zero Trust

Ketika batuan padat di mantel lapisan planet antara kerak dan inti menjadi jenuh dengan air yang dipisahkan secara kimiawi, itu bisa berubah menjadi bubur cair yang kaya air. Ketika itu terjadi, ia merembes kembali ke kerak. Para peneliti menyebut mantel ini sebagai hujan.

Sama seperti siklus air antara atmosfer, gletser, danau, sungai, akuifer, dan laut mempengaruhi tingkat laut, kelimpahan hujan, dan frekuensi kekeringan, pertukaran air antara mantel dan permukaan juga menentukan kelayakhunian Bumi.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa air dapat terseret ke bawah ke mantel dengan mensubduksi lempeng tektonik dan dibawa kembali ke permukaan oleh hal-hal seperti letusan gunung berapi, ventilasi hidrotermal, dan penciptaan kerak baru di pusat penyebaran samudera.

Baca Juga: Menggunakan Su47, Bagaimana Rencana Rusia untuk Melawan F-22 Raptor Stealth Fighter

Jika siklus air dalam antara mantel dan permukaan ini seimbang, permukaan laut bumi tetap stabil. Jika tidak, planet kita bisa eksis sebagai apa pun mulai dari lautan global tunggal hingga dunia yang kering.

Halaman:

Editor: Riko Iskandar,S.Pd.I

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Alutsista Yang Dimilik Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 02:44 WIB

Drone Andalan Milik Indonesia Elang Hitam

Minggu, 24 April 2022 | 01:19 WIB

Terpopuler

X