• Senin, 26 September 2022

Pengadilan untuk mengganggu kekuasaan, oposisi di Myanmar dapat dituduh mati

- Kamis, 14 Juli 2022 | 08:00 WIB
Pengadilan untuk mengganggu kekuasaan, oposisi di Myanmar dapat dituduh mati
Pengadilan untuk mengganggu kekuasaan, oposisi di Myanmar dapat dituduh mati

Baca Juga: Cara Pendaftaran Anggota TNI AL Sebagai Prajurit Marta Laut, Sudah Dimulai

Hukuman mati terakhir di Myanmar terjadi pada tahun 1990, ketika seseorang yang dihukum berdasarkan pasal pidana dieksekusi.

Militer, yang memerintah negara itu dari tahun 1962 hingga 2011, kembali berkuasa di Myanmar pada 1 Februari 2021, menggunakan mekanisme transfer darurat konstitusional.

Mereka menyalahkan mantan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang berkuasa lantaran mencurangi pemilihan umum yang berlangsung di Myanmar pada November 2020.

Baca Juga: Rudal Harpoon Berhasil Menenggelamkan Kapal Rusia di Jalur Laut Hitam

Otoritas sipil menolak untuk mencatat hasil investigasi militer atas dugaan kecurangan pemilu, atau untuk memulai investigasi mereka sendiri.

Militer menangkap para pemimpin sipil negara itu pada 1 Februari, membawa serangkaian tuntutan administratif dan pidana terhadap mereka.

Kemudian memblokir sesi pertama dari sesi pertama parlemen baru yang dipilih dalam pemilihan November, dan kemudian membubarkan komisi pemilihan nasional, lalu membentuk sebuah komisi yang baru.

Baca Juga: Panglima TNI Andika Perkasa Silaturahmi Bersama Jajaran Pengurus Pusat NU, Bangun Kerjasama Dua Lembaga

Mereka menyatakan bahwa kekuasaan akan kembali diberikan kepada pemerintahan sipil setelah berakhirnya keadaan darurat, yang diberlakukan selama dua tahun, dan pemilihan umum baru.

Halaman:

Editor: Agah nasrullah

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X