• Jumat, 7 Oktober 2022

NASIC Angkatan Udara menyimpan beberapa analis terkait Intelejen Angkatan Luar Angkasa

- Selasa, 5 Juli 2022 | 05:00 WIB
analis terkait Intelejen Angkatan Luar Angkasa (Photo by Graeme Jennings – Pool/Getty Images)
analis terkait Intelejen Angkatan Luar Angkasa (Photo by Graeme Jennings – Pool/Getty Images)

SEPUTAR MILITER - Angkatan Luar Angkasa hari ini mendirikan Pusat Intelijen Luar Angkasa Nasional (NSIC) yang baru, tetapi nenek moyangnya, Pusat Intelijen Luar Angkasa dan Udara Nasional (NASIC).

Angkatan Luar Angkasa akan membingungkan menjaga ruang atas namanya dan terus bertanggung jawab atas sebagian besar analisis terkait ruang angkasa.

Dikutip dari breakingdefense.com, “Itu menimbulkan pertanyaan, saya pikir, mengapa kita perlu mendirikan Pusat Intelijen Angkatan Luar Angkasa Nasional?.

Baca Juga: Sukhoi S-70 Okhotnik: upaya Rusia untuk menciptakan jenis baru Drone Siluman

Dan kenyataannya adalah bahwa kami membutuhkan fokus yang lebih tajam pada ancaman luar angkasa yang ada saat ini,” Mayor Jenderal Leah Lauderback, kepala intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) Angkatan Luar Angkasa, mengatakan pada upacara berdiri hari ini.

Angkatan Luar Angkasa hari ini mendirikan Pusat Intelijen Luar Angkasa Nasional, juga dikenal sebagai Space Delta 18.

Lauderback, yang baru-baru ini dinominasikan menjadi wakil kepala staf Angkatan Udara untuk ISR,.

Baca Juga: Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan pesan Volodymyr Zelenskyy kepada Vladimir Putin

ditugaskan oleh Kepala Operasi Luar Angkasa Jenderal Jay Raymond pada Desember 2020 untuk membuat pusat tersebut, menyusul deklarasi bahwa Angkatan Luar Angkasa akan menjadi anggota ke-18 Intelijen Masyarakat.

Halaman:

Editor: Agah nasrullah

Sumber: breakingdefense

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X